Beranda Hukum BDSM Dalam Penyimpangan Sex, Bisa Diciduk Aparat Dan Direhabilitasi

BDSM Dalam Penyimpangan Sex, Bisa Diciduk Aparat Dan Direhabilitasi

0
loading...

BeritaSepuluh.net – Draf RUU Ketahanan Keluarga yang akan diusulkan dalam Prolegnas 2020 – 2024, bocor ke media sosial. Salah satu poinnya adalah BDSM.

BDSM adalah Bondage, Discipline, Domination, Submission, Sadism dan Masacochism. BDSM dalam bahasa Indonesia bisa diartikan perbudakan, dominasi, penyerahan diri, sadisme, sadomasokisme.

RUU Ketahanan Keluarga diusulkan masuk ke dalam Prolegnas 2020-2024 oleh tiga anggota DPR RI dari fraksi Gerindra dan PKS. Ketiga anggota tersebut antara lain Sodik Mudjahid, Ledia Hanifah, dan Netty Prasetiyani.

Alasan mereka mendukung disahkannya RUU Ketahanan Keluarga tersebut karena pembangunan berbasis keluarga sangat penting dalam pembangunan masyarakat Indonesia.

Dalam RUU Ketahanan Keluarga tersebut mengizinkan pemerintah untuk menangani masalah krisis keluarga. Hal itu tertuang dalam pasal 85.

Badan yang menangani Ketahanan Keluarga wajib melaksanakan penanganan Krisis Keluarga karena Penyimpangan seksual sebagaimana dimaksud dalam pasal 74 ayat (3) huruf f berupa: rehabilitasi sosial, rehabilitasi psikologis, bimbingan rohani dan/atau rehabilitasi medis.

Pasal 85 tersebut kemudian dijabarkan kembali dalam dua pasal selanjutnya yakni pasal 86 dan 87.

Dalam kedua pasal tersebut dituliskan, apabila ada anggota keluarga dewasa yang mengalami penyimpangan seksual mengetahui anggota keluarga lain mengalami hal tersebut, wajib melaporkan kepada badan ketahanan keluarga.

Yang dimaksud dengan penyimpangan seksual adalah dorongan dan kepuasan seksual yang ditunjukan tidak lazim atau dengan cara-cara tidak wajar, meliputi antara lain sadisme, masochisme, homoseks, lesbian dan incest.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here