Jajaran Pengurus DPP FKIB Desak Kepolisan Tangkap Dalang Pembakaran Pondok Meditasi Vihara Rakhitavana Buddhist Centre

  • Bagikan

Beritasepuluh.net – Ketua Umum Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (DPP FKIB) Ustadz Martono mengunjungi Pondok Meditasi Vihara Rakhitavana Buddhist Centre yang berada di Jalan Letjen Jamin Ginting Desa Bintang Meriah Kecamatan Pancur Batu Selasa 14 September 2021 sekitar pukul 15.00.

Kehadiran Ustadz Martono yang didampingi oleh Ustadz Zulkarnaen, (NU Medan), Zul Fahri (Pengurus Aliansi Masyarakat Islam Rahmatan lil alamin), Emil Hardi (Banser) Wawan (Banser) untuk melihat langsung salah satu pondok vihara diduga Dibakar Orang Tak Dikenal (OTK) pada (4/9) lalu.

Kunjungan itu diterima langsung oleh penjaga vihara rekhitavana budhist center Kisam (51) beserta istri, Kisam mengatakan peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Pancur Batu dan Warga Tionghoa meminta pihak kepolisian Polsek Pancur Batu agar pelaku pembakaran tersebut dapat ditangkap.

“Waktu saya terbangun saya mencium bau sangit setelah ditelusuri saya terkejut melihat pondok meditasi terbakar,” kata Kisam menceritakan kronologis kejadian.

“Kejadian itu langsung saya laporkan Kantor Desa, dan saat itu juga kepala desa langsung turun ke lokasi dan melihat pondok meditasi tersebut sudah hangus terbakar, di TKP kulihat ada sisa ban sepedamotor yang terbakar berada di depan pintu pondok meditasi, diduga itu dibakar,” ungkap Kisam.

Kisam meyakinkan bahwa pondok meditasi tersebut sebelum terbakar tidak pernah ada ban sepedamotor. Selanjutnya ia berkoordinasi dengan pihak Yayasan untuk melaporkan ke Polisi. “Saya langsung mendatangi Polsek Pancur Batu untuk melaporkan apa yang telah terjadi dan Polisi bersama Tim inafis langsung datang ke TKP”, imbuhnya.

Usai polisi melakukan olah TKP, Kisam diminta untuk membuat laporan ke Polsek Pancur Batu. Namun menurut nya rampungnya laporan tersebut tiga hari kemudian. “Tiga hari baru laporan itu selesai tepat nya pada tanggal 7 September 2021, karena masalah pemberkasan belum lengkap dan akhirnya yang melaporkan itu adalah pihak yayasan seperti yang tertuang pada laporan polisi nomor : LP/247/IX/2021/RESTABES MEDAN/Sek.PC.BATU,” terang Kisam.

Ustadz Martono yang dikenal gigih dalam merawat kebhinnekaan menyesalkan dan mengutuk atas peristiwa pondok meditasi Vihara Rakhitavana Buddhist Centre yang diduga dibakar oleh orang tak dikenal.

“Saya mohon kepada polsek pancur batu untuk segera mengusut peritiwa pembakaran tersebut agar adanya kepastian hukum dan tidak adanya diskriminasi dalam penegakan hukum, bila hal ini terus berlarut larut saya khawatir peristiwa pembakaran vihara rekhitavana buddhist center dapat berkembang menjadi issu sara dan dapat menggangu kondusifitas keamanan di sumut yang merupakan miniaturnya indonesia. Dan kejadian tersebut sudah mengancam keamanan dan kenyamanan dalam beribadah setiap umat beragama yang nyata nyata dijamin oleh undang undang,” pungkas Ustadz Martono. (BS/C45)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *