Pesawaran Bayi Ajaib, Kabupaten Muda Menjelma Menjadi Simbol Pariwisata

  • Bagikan

BeritaSepuluh.net – Pagi itu pada pertengahan Juli 2022, suara gemericik air hujan mulai terdengar dari balik dinding tembok kamar rumah Acil, warga Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran.

Sepasang pantofel tua berwarna hitam memang belum disemir namun masih terlihat layak untuk dipakai sudah berada disamping tempatnya duduk, isyarat akan dipakai sebagai alas menjaga kakinya dari tanah lembab maupun batu tajam yang kerap terlihat ditempat dirinya menjaga parkir kapal pengangkut wisatawan ke Pulau Pahawang.

Gerimis yang mulai turun belum mampu mengintimidasi pemuda 23 tahun tersebut untuk tidak pergi keluar rumah, tidak berlebihan karena bayangan sekarung beras dan biaya sekolah adiknya menjadi alasan kuat mengapa pagi itu Acil tetap pergi mengais rezeki di pesisir pantai Pesawaran.

Sudah barang tentu itu bukan menjadi kendala bagi Acil, karena sudah lebih dari 3 tahun dia menggeluti profesi sebagai tukang parkir perahu yang datang silih berganti setiap harinya.

“Alhamdulillah, sekarang pelancong ramai yang datang ke pulau Pahawang, beda dibandingkan waktu saya SD,” selorohnya.

Jauh sebelum pemekaran tepatnya saat Pulau Pahawang masih menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Selatan, destinasi wisata yang ada memang masih belum tereksplorasi secara maksimal.

Luasnya wilayah Lampung Selatan menjadi salah satu indikator yang menyebabkan kurang tereksplorasinya potensi pariwisata di kawasan teluk ratai (meliputi Kecamatan Padang Cermin dan Punduh Pedada), padahal sumber daya alam yang dimiliki sangat potensial untuk menjadi ikon pariwisata bahkan di Provinsi Lampung.

Hal tersebut sangat disadari oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat sehingga para tokoh tersebut merencanakan untuk memekarkan diri sebagai Kabupaten sendiri bernama PESAWARAN dengan membentuk Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP) pada tanggal 16 April 2001 bertempat di Gedung Ngandan Gawi Kecamatan Gedong Tataan.

Awal Mula Pemekaran Kabupaten Pesawaran

P3KP menjadi tonggak awal perjuangan pemekaran Kabupaten Pesawaran dengan dikukuhkannya M Alzier Dianis Thabrani sebagai ketua umum, dan pengangkatan tersebut tertuang dalam SK Nomor : 01/P3KP/10K/PPK/IV/2001 tanggal 17 April 2001 tentang Struktur Komposisi dan Personil Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran Tahun 2001.

Setelah melewati dinamika yang panjang, pada tanggal 17 Juli 2007 DPR RI menyetujui Pembentukan Kabupaten Pesawaran yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung.

Awal-awal Pembangunan Pasca Pemekaran Kabupaten Pesawaran

Setelah resmi memekarkan diri dari Lampung Selatan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran memulai jalannya roda pemerintahan masih dengan sokongan Pemprov Lampung dibuktikan dengan diangkatnya Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Pesawaran Haris Fadillah yang merupakan seorang Aparat Sipil Negara (ASN).

Baru saat masyarakat telah memilih Bupati lewat pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2 (dua) tahun berselang, tepatnya di tahun 2010 Kabupaten berjuluk Andan Jejama tersebut dipimpin oleh Bupati defenitif Aries Sandi Dharmaputra yang berpasangan dengan Musiran.

Pembangunan kantor-kantor organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi fokus utama pada awal pasca memekarkan diri, dan pembangunan berhasil dilakukan secara bertahap dengan didasari kebersamaan Pemkab Pesawaran bersama dan seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut tentunya sebagai sarana Pesawaran mengembangkan diri sebagai Kabupaten mandiri dengan keunggulan dibidang pertanian dan pariwisata.

Pemkab Pesawaran Berinovasi Lewat Regulasi Wisata Guna Kenyamanan Pengunjung

15 tahun berlalu, kini Pesawaran menjelma menjadi salah satu Kabupaten yang memiliki pengunjung wisata terbanyak di Provinsi Lampung. Pesona wisata bawah laut yang dimiliki menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun luar daerah untuk mengisi waktu liburan.

Seiring berjalannya waktu, sejak tahun 2019 Pemkab Pesawaran memberikan regulasi untuk daerah wisata sehingga destinasi wisata lebih terakomodir dan melibatkan masyarakat sehingga mampu memberikan penghidupan baik bagi masyarakat itu sendiri maupun bagi pemerintah melalui PAD.

“Kunjungan wisatawan ke Pesawaran dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dari data yang ada pada tahun 2016 baru 300 ribuan pengunjung, sempat ada penurunan pada tahun 2019 dan 2020 karena ada pandemi Covid-19, tapi pada tahun 2021 kembali kunjungan wisatawan naik drastis menjadi satu juta lebih,” ungkap Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat meluncurkan Virtual Tourism dan video Pariwisata, di Aula Pemkab Pesawaran, Rabu 8 Juni 2022.

Untuk memaksimalkan potensi pemasukan ke las daerah lewat destinasi wisata, Dinas Pariwisata setempat terus berinovasi agar jumlah pengunjung dapat terus bertambah dan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Salah satu regulasi yang diberikan adalah tentang penerapan gate system (sistem gerbang) pintu masuk kawasan obyek wisata pantai, bahkan wisatawan yang berkunjung akan dibekali dengan asuransi jiwa. Hal ini guna menjamin pelayanan bagi pengunjung, salah satunya menjamin asuransi jiwa melalui pungutan tiket masuk lokasi wisata.

“Upaya ini dilakukan guna memaksimalkan pelayanan serta memberikan perlindungan bagi pengunjung melalui asuransi jiwa. Selain itu, ujicoba yang dilakukan selama tiga hari sejak 14 hingga 16 Mei 2022. Tahun ini kita targetkan PAD sebesar Rp2,5 miliar,” jelas Kepala Dispar Pesawaran Ketut Partayasa dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu.

Transformasi Pesawaran Menjadi Simbol Pariwisata Lampung

“Semua mimpi kita akan menjadi kenyataan jika kita punya keberanian untuk mengejarnya” demikian sepenggal kalimat dari Produser sukses Amerika Serikat Walt Disney.

Tentu kalimat itu bisa dinukil menggambarkan bagaimana kegigihan masyarakat Andan Jejama dalam berjuang membangun Pariwisata di tanah Pesawaran.

15 tahun bukan waktu yang lama untuk sebuah Kabupaten mandiri, namun dengan cita-cita semua bisa menjadi mungkin. Salah satu bukti nyata dari pengembangan sumber daya alam (SDA) adalah pengakuan dari kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahwa salah satu Desa Wisata di Pesawaran masuk jajaran 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Adalah Desa Pulau Pahawang di Kecamatan Marga Punduh yang dinobatkan menjadi 50 besar dari
3.419 Desa Wisata di seluruh Indonesia, hal itu seakan menegaskan bahwa Pesawaran merupakan kabupaten baru yang mampu bersaing.

Tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan agar Kabupaten Pesawaran bisa lebih mandiri dan makin sejahtera.

Kemajuan dibeberapa sektor baik pendidikan, pertanian maupun infrastruktur harus di prioritaskan agar kedepan dapat lahir generasi penerus yang dapat bersama-sama membangun tanah Pesawaran. (BS/C45)

(Juara Pertama Lomba Karya Tulis Dalam Rangka HUT Kabupaten Pesawaran ke 15, oleh Nur Dwi Astuti – Seksi Pendidikan IKWI Kabupaten Pesawaran)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.